STRATEGI PEMBELAJARAN "STRATEGI PENYAMPAIAN DAN PENGELOLAAN"

Kata Pengantar
            Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan makalah ini dapat diselesaikan.
Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah PEMBELAJARAN TERPADU. Keberhasilan dalam penyusunan makalah ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Untuk itu tak lupa penyusun mengucapkan terima kasih kepada :
1.      Tuhan Yang Maha Esa
2.      Prof. Dr. Sa’dun Akbar, M.Pd
3.      Perpustakaan Universitas Negeri Malang             
Penyusun menyadari bahwa makalah ini banyak kesalahan dan kekurangan, oleh karena itu kritik yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.



Malang, Agustus 2017

Penulis






DAFTAR ISI

Kata Pengantar………………………………………………………………..1
Daftar Isi……………………………………………………………………….2
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang……………………………………………………………...3
B.     Rumusan Masalah…………………………………………………………..3
C.     Tujuan………………………………………………………………………3
D.    Manfaat……………………………………………………………………..3
BAB II PEMBAHASAN
A. Strategi Penyampaian Pembelajaran………………………………………...4
B. Strategi Pengelolaan Pembelajaran……………………………………….…8
C. Pengaruh Karakteristik Siswa Dalam Menetapkan Strategi Pengelolaan…..9
D. Tahap Pengelolaan Pembelajaran………………………………………….10
E. Tujuan dan Fungi Pengelolaan Pembelajaran……………………………...11
F. Faktor yang mempengaruhi pengelolaan pembelajaran……………………11
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan………………………………………………………………..15
B.     Saran………………………………………………………………………16
Daftar Pustaka












BAB I
PENDAHULUAN

A.             Latar Belakang
Strategi Pembelajaran merupakan komponen dalam sistem pembelajaran. Strategi pembelajaran terkait dengan bagaimana materi disiapkan, metode apa yang terbaik untuk menyampaikan materi pembelajaran tersebut, dan bagaimana bentuk evaluasi yang tepat digunakan untuk mendapatkan umpan balik pembelajaran. Namun, strategi pembelajaran yang menjadi sorotan dekade terakhir adalah bagaimana guru dapat merancang strategi itu agar para peserta didik dapat menikmati pembelajaran dengan menyenangkan. Karena otak berpikir hanya mampu berfungsi secara optimal, jika stimulus dari luar lingkungan (terutama guru) sangat menyenangkan.

B.              Rumusan Masalah
1.               Apakah strategi penyampaian pembelajaran itu?
2.               Apakah strategi pengelolaan pembelajaran itu?

C.             Tujuan
1.               Untuk mengetahui tentang strategi penyampaian pembelajaran
2.               Untuk mengetahui tentang stretegi pengelolaan pembelajaran

D.             Manfaat
Agar mengetahui tentang strategi penyampaian dan pengelolaan pembelajaran








BAB II
PEMBAHASAN

A. Strategi pembelajaran
           Strategi pembelajaran merupakan cara pengorganisasian isi pelajaran, penyampaian pelajaran dan pengelolaan kegiatan belajar dengan menggunakan berbagai sumber belajar yang dapat dilakukan guru untuk mendukung terciptanya efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Pengorganisasian, penyampaian, dan pengelolaan pembelajaran diarahkan pada berbagai komponen yang disebut sistem pembelajaran. Oleh karena itu, strategi pembelajaran merupakan bagian terpenting dari komponen teknik dan metode dalam suatu sistem pembelajaran.
Reiguluth (1983), juga menyatakan konsep yang tidak jauh berbeda, bahwa strategi pembelajaran merupakan cara pandang dan pola pikir guru dalam mengajar. Dengan demikian, strategi pembelajaran meliputi aspek yang lebih luas daripada metode pembelajaran.
1.               Strategi Peyampaian Pembelajaran
Strategi penyampaian (delivery strategy) mengacu kepada cara-cara yang dipakai untuk menampilkan pembelajaran kepada peserta didik dan sekaligus untuk menerima serta merespon masukan-masukan dari peserta didik. Oleh karena fungsinya seperti ini, maka strategi juga disebut sebagai metode untuk melaksanakan proses pembelajaran.
Menurut Degeng (1989) secara lengkap ada tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam mempreskripsikan strategi penyampaian, yaitu sebagai berikut:
a)   Media Pembelajaran
Menurut Martin dan Briggs (1989), media adalah semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dengan peserta didik. Media bisa berupa perangkat keras seperti komputer, televisi, proyektor, dan perangkat lunak yang digunakan pada perangkat keras tersebut.
Ada lima cara untuk mengklasifikasikan media pengajaran untuk keperluan mempreskripsikan strategi penyampaian, yaitu:
1.               Tingkat kecermatan representasi
Suatu media yang bisa diletakkan dalam suatu garis kontinum, seperti:benda konkrit, media pandang dengar, seperti film bersuara;media pandang, seperti gambar atau diagram; media dengar ,seperti rekaman suara dan simbol-simbol tertulis.
Bruner (1966) dalam pengembangan teori pengajarannya, mengemukakan bahwa suatau pembelajaran harus bergerak dari pengalaman langsung ke representasi ikonik (seperti: kata atau simbol-simbol lain).

2.               Tingkat interaktif yang ditimbulkan
Tingkat interaksi yang mampu ditimbulkan oleh suatu media juga dapat dibentangkan dalam suatu kontinum, tetapi titik-titik dalam kontinum ini ditunjukkan oleh jenis media yang berbeda-beda: computer, guru, buku kerja, buku teks/ rekaman dan siaran radio/televisi.
.
3.               Tingkat kemampuan khusus yang dimiliki
Tingkat kemampuan khusu yang dimiliki oleh suatu media juga dapat dipakai untuk mempreskripsikan strategi penyampaian. Tiap media dari berbagai media ynag telah dibicarakan diatas, bak dari kontinum tingkat kecermatan maupun tingkat interaktifnya, dapat diidentifikasi karakteristik khusu yang dimaksu adalah kemampuannya dalam menyajikan sesuatu yang tidak dapat disajikan oleh media lain.

4.                Tingkat motivasional yang mampu ditimbulkan
Tingkat motivasional yang dimiliki suatu media juga penting, artinya untuk keperluan mempreskripsikan trategi penyampaian. Namun,perlu dicatat bahwa pengaruh motivasional ini sering kali amat bervariasi sejalan dengan perbedaan perseorangan diantara peserta didik.


5.               Tingkat biaya yang diperlukan
Tingkat biaya yang diperlukan dalam menyiapkan suatu media juga penting untuk mempreskripsikan strategi peyampaian. Mulai dari perancangan sampai pada pembuatannya kalau media itu dikembangkan sendiri.
Kemp (1985, hlm. 139) mengklasifikasi media pembelajaran dengan menggunakan pendekatan bentuk belajar-mengajar: kelas besar, kelompok kecil dan belajar sesuai dengan kecepatan peserta didik secara perseorangan.
b)      Interaksi Peserta Didik dengan Media
Bentuk interaksi antara peserta didik dengan media merupakan komponen penting kedua untuk mengeskripsikan strategi penyampaian. Komponen inin penting karena uraian mengenai strategi penyampaian tidaklah lengkap tanpa memberi gambaran tentang pengaruh apa yang ditimbulkan oleh suati media pada kegiatan belajar peserta didik.
Dalam proses pembelajaran, media yang digunakan guru harus sesuai dengan tujuan pembelajaran yang tekah ditetapkan sehingga mampu merangsang dan menumbuhkan minat peserta didik dalam belajar. Dengan demikian, akan tumbuh interaksi antara media pembelajaran dan peserta didik dalam belajar. Adanya interaksi positif antar media pembelajaran dan peserta didik  pada akhirnya akan mampu mempercepat proses pemahaman siswa terhadap isi pembelajaran. Irulah sebabnya komponen ini lebih menaruh perhatian pada kajian mengenai kegiatan belajar apa yang dilakukan peserta didik dan bagaimana peran media untuk merangsang kegiatan-kegiatan belajar tersebut.
c)      Bentuk Belajar Mengajar
Pembelajaran dapat dilakukan dalam berbagai bentuk maupun cara. Seperti diungkapkan Gagne (1985) bahwa pembelajaran yang efektif harus dilakukan dengan berbagai cara dan menggunakan berbagai macam media pembelajaran. Dalam kegiatan pembelajaran, guru harus memiliki kiat maupun seni untuk memadukan antara bentuk pembelajaran dan media yang digunakan sehingga mampu menciptakan proses pembelajaran yang harmonis.

d)  Pengelolaan variable dalam pembelajaran
           Menurut Dunkin dan Biddle, proses pembelajaran berada dalam empat variable interaksi, yaitu;
1.        Variable pertanda (presage variables) berupa pendidik
2.        Variable konteks (contex variables) berupa peserta didik
3.        Variable proses (process variables) berupa proses kegiatan pembelajaran
4.        Variable produk (product variables) berupa perkembangan peserta didik baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang optimal, maka keempat variabel pembelajaran tersebut harus dikelola dengan baik. Ada 4 macam pengelolaan pembelajaran yaitu :
a.                  Pengelolaan siswa
Siswa  dalam Kedudukan kurikulum berbasis kompetensi (KBK) merupakan “produsen” artinya siswa sendirilah yang mencari tahu pengetahuan yang dipelajarinya. Siswa dalam suatu kelas biasanya mermiliki kemampuan yang beragam, karenanya guru perlu mengatur kapan siswa bekerja perorangan, berpasangan, berkelompok, siswa dikelompokkan berdasarkan kemampuan sehingga ia dapat berkonsentrasi membantu yang kurang, dan kapan siswa dikelompokkan secara campuran sebagai kemampuan sehingga terjadi tutor sebaya.
Belajar merupakan kegiatan yang bersifat universal dan multi dimensional. Dikatakan universal karena belajar bisa dilakukan siapapun, kapanpun, dimanapun. Karena itu bisa saja siswa merasa tidak butuh dengan proses pembelajaran yang terjadi dalam ruangan terkontrol atau lingkungan terkendali. Waktu belajar bisa saja waktu yang bukan dikehendaki siswa. Dan untuk itulah guru dapat merekayasa segala sesuatunya. Guru dapat mengatur siswa berdasarkan situasi yang ada ketika prosses belajar mengajar berlangsung.

b.                  Pengelolaan Guru
Guru adalah orang yang bertugas membantu murid untuk mendapatkan pengetahuan sehingga ia dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya. Guru harus dapat menempatkan diri dan menciptakan suasana yang kondusif, karena fungsi guru disekolah sebagai “bapak” kedua yang bertanggung jawab atas pertumbuhan dan perkembangan jiwa anak.
c.                  Pengelolaan Pembelajaran
Pengembangan pembelajaran pendidikan agama islam memerlukan model-model pembelajaran yang sesuai dengan tuntutan isi dan hasil yang diharapkan.
d.                 Pengelolaan Lingkungan Kelas
Iklim belajar yang kondusif merupakan tulang punggung dan faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran. Berkenaan dengan hal tersebut, sedikitnya terdapat tujuh hal yang harus diperhatikan yaitu; ruang belajar, pengaturan sarana belajar, susunan tempat duduk, penerangan, pemanasan sebelum masuk ke materi yang akan dipelajari (pembentukan kompetensi), dan bina suasana dalam pembelajaran.

2.               Strategi Pengelolaan Pembelajaran
Strategi pengelolaan berkaitan dengan penetapan kapan suatu strategi atau komponen strategin tepat dipakai dalam situasi pembelajaran (Degeng, 1989). Menurut Reigeluth dan Merrill (1979)  paling tidak ada empat hal yang menjadi urusan strategi pengelolaan, yaitu:
a)               Penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran
Mengacu kepada kapan dan berapa kali suatu strategi pembelajaran atau komponen suatu strategi pengajaran dipakai dalam suatu situasi pembelajaran.
b)      Pembuatan Catatan Kemajuan Belajar Siswa
Catatan kemampuan belajar siswa sangat penting bagi guru, karena dapat digunakan untuk melihat efektifitas dan efisiensi pembelajaran, guru akan dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya, seperti:
1)      Apakah strategi pembelajaran yang digunakan telah sesuai / belum,
2)      Apakah rendahnya hasil belajar siswa disebabkan oleh faktor guru atau siswa, dan.
3)      Apakah penjadwalan penggunaan strategi pelajaran sudah sesuai / belum.
c)      Pengelolaan Motivasional
Menurut Degeng (1998) peranan strategi penyampaian untuk meningkatkan motivasi belajar jauh lebih nyata dari strategi pengorganisasian. Ini berarti seni dan cara penjadwalan penggunaan strategi penyampaian dapat memengaruhi motivasi belajar siswa. Mengingat hal tersebut, seorang guru harus mampu mengembangkan kiat-kiat khusus dalam melakukuan penjadwalan penggunan strategi penyampaian.
d)     Kontrol belajar.
Kontrol belajar penting sekali untuk memprekrisikan strategi pengelolaan Karena ia berguna untuk menetapkan agar pengajaran benar benar sesuai dengan karakteristik perseorangan siswa. strategi pengelolaan yang berurusan dengan kontrol belajar banyak terkait dengan aspek penjadwalan.
3. Pengaruh Karakteristik Siswa Dalam Menetapkan Strategi Pengelolaan
Reigluth (1983) jelas menunjukan variabel kondisional yang paling berpengaruh dalam menetapkan strategi pengelolaan adalah karakteristik siswa. penampilan komponen suatu strategi pengorganisasian harus disesuaikan dengan kemampuan awal siswa dan berapa kali menampilkanya harus disesuaikan dengan kamejuan belajarnya.umpamanya, penyajian pengetahuan analogis benar diperlakukan pada saat siswa mengalami kesulitan memahami isi yang dipelajari. makin lambat kemajuan belajar siswa maka makin banyak pula pengetahuan analogis yang perlu disajikan.
Karakteristik siswa juga harus menjadi pertimbangan pokok dalam pengelolaan strategi penyampaian. media pandang hanya efektif bila digunakan pada siswa siswa yang memiliki gaya belajar visual, sedangkan media dengar untuk siswa yang memiliki gaya belajar auditif. umur siswa juga perlu dipertimbangkan dalam pengelolaan media pengajaran. media konkret lebih memadai untuk kelas rendah, sedangkan media yang lebih abstrak untuk kelas tinggi
4.      Tahap Pengelolaan Pembelajaran
Tahap-tahap pengelolaan pembelajaran terdiri dari :
1.        Perencanaan, tahap perencanaan meliputi:
a.       Menetapkan apa yang mau dilakukan, kapan dan bagaimana cara melakukannya;
b.      Membatasi sasaran dan menetapkan pelaksanaan kerja untuk mencapai hasil yang maksimal melalui proses penentuan target;
c.       Mengembangkan alternatif-alternatif;
d.      Megumpulkan dan menganalisis informasi;
e.       Mempersiapkan dan mengkomunikasikan rencana-rencana dan keputusan-keputusan. (Abu Ahmadi-Joko Tri Prasetya: 32)

2.        Pengorganisasian, tahap pengorganisasian meliputi:
a.       Menyediakan fasilitas, perlengkapan dan tenaga kerja yang diperlukan untuk melaksanakan rencana-rencana melalui proses penetapan kerja;
b.      Pengelompokan komponen kerja ke dalam struktur organisasi secara teratur;
c.       Membentuk struktur wewenang dan mekanisme koordinasi;
d.      Memutuskan dan menetapkan metode dan prosedur;
e.       Memilih, mengadakan pelatihan dan pendidikan tenaga kerja serta mencari sumber-sumber lain yang diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.

3.        Pengarahan, tahap pengarahan meliputi:
a.       Menyusun kerangka waktu dan biaya secara terperinci;
b.      Memprakarsai dan menampilkan kepemimpinan dalam melaksanakan rencana dan pengambilan keputusan;
c.       Mengeluarkan instruksi–instruksi yang spesifik;
d.      Membimbing, memotivasi dan melakukan supervisi.

4.        Pengawasan, tahap pengawasan meliputi:
a.       Mengevaluasi pelaksanaan kegiatan yang mengacu pada rencana;
b.      Melaporkan penyimpangan untuk tindakan koreksi dan merumuskan tindakan koreksi, menyusun standar-standar dan saran-saran;
c.       Menilai pekerjaan dan melakukan tindakan koreksi terhadap penyimpangan-penyimpangan.

5.     Tujuan dan Fungsi Pengelolaan Pembelajaran
Tujuan pengelolaan pembelajaran adalah untuk menciptakan proses belajar mengajar yang dengan mudah direncanakan, diorganisasikan, dilaksanakan dan dikendalikan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai ecara efektif dan efisien.
Fungsi pengelolaan pembelajaran yaitu :
a.       Merencanakan tujuan belajar
b.      Mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk mewujudkan tujuan belajar.
c.       Memimpin, yang meliputi memotivasi, mendorong, dan menstimulasi siswa.
d.      Mengawasi segala sesuatu, apa sudah berfungsi sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaian tujuan.

F.     Faktor yang mempengaruhi pengelolaan pembelajaran
Beberapa faktor yang mempengaruhi pengelolaan pembelajaran yaitu :
a.         Kurikulum
Kurikulum kaitannya dengan pengelolaan pembelajaran haruslah di rancang sebagai jumlah pengalaman edukatif yang menjadi tanggung jawab sekolah dalam membantu anak-anak mencapai tujuan pendidikannya, yang diselenggarakan secara berencana dan terarah serta terorganisir, karena kegiatan pembelajaran bukan sekedar dipusatkan pada penyampaian sejumlah materi pelajaran atau pengetahuan yang bersifat intelektualistik, akan tetapi juga memperhatikan aspek pembentukan pribadi, baik sebagai makhluk individual dan makhluk sosial maupun sebagai makhluk yang bermoral.

b.        Gedung dan Sarana Kelas / Sekolah
Perencanaan dalam membangun sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas setiap ruangan, letak dan dekorasinya yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang dipergunakan. Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat beruabh. Sedang ruangan atau gedung bersifat permanen, maka diperlukan kreativitas dalam mengatur pendayagunaan ruang / gedung yang bersedia berdasarkan kurikulum yang dipergunakan. Dalam konteks ini kepandaian guru dalam pengelolaan kelas sangat dibutuhkan.

c.         Guru
Guru adalah orang yang bekerja dalam bidang pendidikan dan pengajaran yang bertanggung jawab dalam membantu anak dalam mencapai kedewasaan masing-masing. Guru dalam pengertian tersebut bukan sekedar berdiri didepan kelas untuk menyampaikan materi atau pengetahuan tertentu, akan tetapi dalam keanggotaan masyarakat yang harus aktif dan berjiwa bebas serta kreatif dalam mengarahkan perkembangan anak didiknya untuk menjadi anggota masyarakat sebagai orang dewasa. Guru juga harus bisa juga menciptakan suasana dalam kelas agar terjadi interaksi belajar mengajar yang dapat memotivasi sesuai untuk belajar dengan baik dan sungguh-sungguh. Berdasarkan uraian-uraian diatas jelas bahwa jabatan guru sebagai suatu profesi tidak saja mulia, karena berhubungan langsung dengan masalah pendewasaan anak-anak, akan tetapi juga merupakan tugas yang cukup berat. Tugas yang mulia dan hanya dapat diwujudkan oleh orang-orang yang memiliki kecintaan terhadap pekerjaan mendidik.



d.        Murid
           Murid sebagai unsur kelas memiliki perasaan kebersamaan, merupakan kondisi yang sangat penting artinya bagi terciptanya kelas yang dinamis. Oleh karena, setiap murid harus memiliki perasaan diterima terhadap kelasnya agar mampu ikut serta dalam kegiatan kelas. Perasaan inilah yang akan menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap kelasnya.
Sikap ini akan tumbuh dengan baik apabila dilakukan tindakan-tindakan pengelolaan kelas sebagai berikut :
1)      Setiap murid dilibatkan dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kelas, guru hanya sekedar memberi petunjuk dan bimbingan agar program atau kegiatannya sejalan dengan kurikulum.
2)      Murid diberi kesempatan dalam pembagian tugas-tugas untuk kepentingan kelas.
3)      Bila guru atau wali kelas berhalangan, bagi dan serahkanlah kepercayaan berupa tanggung jawab mengatur rumah tangga dan disiplin kealas diantar murid.
4)      Motivasi agar setiap murid selalu bersedia mengatur kelasnya melalui kegiatan rutin, misalnya membersihkan kelas, papan tulis dan lain-lain.
5)      Kembangkanlah kesediaan bekerjasama dalam setiap kegiatan.
6)      Guru bersama murid menyusun tata tertib dan disiplin kelas serta membentuk pengurus kelas yang bekerja selama 1 tahun ajaran.
7)      Mendorong murid secara terus menerus agar ikut memikirkan kegiatan kelas dan berani mengusulkannya untuk dilaksanakan bersama didalam atau diluar kelas.

e.        Diamika kelas
Kelas adalah kelompok sosial yang dinamis yang harus dipergunakan oleh setiap wali atau guru kelas untuk kepentingan murid dalam proses kependidikannya. Dinamika kelas pada dasarnya berarti kondisi kelas yang diliputi dorongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui kretifitas dan inisiatif murid sebagai suatu kelompok, untuk itu setiap wali atau guru kelas harus berusaha menyalurkan berbagai saran, pendapat, gagasan, keterampilan, potensi dan energi yang dimiliki murid menjadi kegiatan-kegiatan yang berguna. Dengan demikian kelas tidak akan berlangsung secara statis, rutin dan membosankan.

f.         Lingkungan sekitar
Lingkungan sekitar sekolah sangat mempengaruhi. Misalnya anak yang tinggal di sekitar lingkungan yang masyarakatnya rata rata tidak bersekolah akan berbeda dengan anak yang tinggal di lingkungan yang kenal dengan pendidikan.

















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Pengelolaan pembelajaran merupakan proses untuk mencapai tujuanpembelajaran. Untuk mencapai tujuan pembelajaran diperlukan proses panjangyang dimulai dengan perencanaan, pengorganisasian dan penilaian.
Ada tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam mempreskripsikan strategi penyampaian yaitu media pembelajaran, interaksi peserta didik dengan media, bentuk belajar mengajar, pengelolaan variable dalam pembelajaran.
Dan paling tidak ada empat hal yang menjadi urusan strategi pengelolaan, yaitu penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran, pembuatan catatan kemajuan belajar siswa, pengegelolaan motivasional, kontrol belajar.

B.     Saran
Bagimanapun strategi pembelajaran yang diterapkan di sekolah. Sebagai peserta didik dan pendidik harus dapat bisa memengaplikasikan strategi penyampaian dan strategi pengelolaan pembelajaran dengan baik agar pembelajaran berjalan efektif dan efisien sesuai dengan keinginan bersama serta dapat meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.





DAFTAR PUSTAKA

Degeng I Nyoman Sudana, 1989, Kerangka Perkuliahan dan Bahan Pengajaran, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta


















Komentar

Postingan populer dari blog ini

INTRO " i'm "

CONTOH PENGEMBANGAN RPP KURIKULUM 2013 KELAS IV SEMESTER I TEMA 2 SUBTEMA 1 PEMBELAJARAN 1